Malam Sunyi, Bertabur Harapan
Malam ini sunyi, bintang-bintang seakan enggan menyapa. Aku terhanyut dalam kenangan, mataku tertuju pada matanya. Di sana, meteor jatuh, membawa harapan syahdu. Sekilas menghilang, namun mampu mengusir kesedihan yang membayangi.
Jantungku berdebar, berirama dengan lantunan bulan. Bulan terpantul di laut tenang, menciptakan melodi merdu, seakan menggumamkan lagu untuk kelopak bunga yang berguguran. Malam atau siang, tak lagi penting. Aku berangan-angan melihat pelangi menghiasi langit malam, khayalan yang berani, namun malam ini terasa begitu indah.
Ia mengajakku berlari liar di savana yang luas, lupa waktu, lupa lelah. Malam kita terasa begitu asyik, namun bayang-bayang fajar menyergap hati. Mungkinkah kebersamaan ini akan sirna?
Aku ingin menuliskan kata-kata ini di secarik kertas, meminta mentari mengantarkannya padanya. Agar rindu kita bersahutan, di tengah perasaan yang kian mendung. Menantikan kembalinya malam, atau mungkin ia tak akan pernah kembali.
Dan aku, kembali menjadi malam tanpa bintang, tanpa harapan, tanpa cahaya.
Posting Komentar untuk "Malam Sunyi"
Posting Komentar