sumber inspirasi sajak
Hati yang Terluka, Terbungkus Rindu
Tak perlu kamu pikirkan aku, atau risaukan langkahku,
Jika nanti kamu memilih untuk pergi.
Kamu tahu betapa dalamnya lautan cintaku,
Namun aku mengerti, hati tak selalu berlabuh di tempat yang sama.
Rasa peduli yang kamu curahkan,
Hanya menambah pilu yang bersemayam dalam jiwa.
Aku tahu, kamu tak bermaksud,
Membuat hatiku berbunga di taman harap yang tak pasti.
Namun, upaya yang kamu lakukan,
Membuat kuncup-kuncup mimpi itu mekar,
Seakan menjanjikan musim semi yang abadi.
Aku mengerti, tak semua bunga akan bermekaran,
Tetapi kamu telah melukiskan langit masa depan,
Dengan warna-warna yang indah.
Kamu telah berbisik, agar aku tak melangkah terlalu jauh,
Sebab luka yang tertanam dalam hatimu masih berdarah.
Namun terlambat, aku telah jatuh ke dalam jurang cinta ini.
Hatiku tertambat pada kamu, seperti kapal yang terdampar di pantai kenangan.
Seperti burung yang terbang tanpa arah,
Aku terjebak dalam pusaran cinta yang tak terbalas.
Namun aku akan mencari kekuatan dari Yang Maha Esa,
Untuk menyembuhkan luka ini, dan terbang lagi dengan sayap yang kuat.
Posting Komentar untuk "Hati yang Terluka, Terbungkus Rindu"
Posting Komentar