DI BALIK LAYAR MAYA
Malam sunyi merangkul lamunan dunia maya,
Bulan terpancar lembut di balik kaca jendela,
Masih terbuai angan-angan romantis yang tersurat di lukisan kata,
Menyusuri mimpi berbalut ilusi asmara.
Suaramu dari kejauhan bergema lembut,
Menyentuh hati yang pilu dan terluka.
Getaran jiwa yang mendalam terasa di dalam dada,
Rindu yang tak terbendung pada sosok yang telah lama hilang.
Ting ...
Sebuah sajak terukir indah,
Menyampaikan pesan cinta yang menawan hati,
Kasih maya menghanyutkan dalam khayalan yang indah,
Namun, hati pun kini terlatih memilih dan menimbang.
Namun, detak hati tak mau tertipu,
Kau menawarkan kemesraan yang tak kunjung tiba,
Hanya kata-kata manis yang menghias ruang maya.
Rasa hampa menyergap, mengingatkan pada jarak yang tak terjembatani,
Yang membuat aku merasa terpenjara dalam dunia virtual ini.
Di balik layar, tersembunyi ratapan sunyi,
Aku merindukan sentuhan hangat, pelukan yang menyentuh,
Bukan hanya kata-kata manis yang menghilang seiring matahari terbit.
Ingin kupatahkan rantai maya yang menjeratku,
Mencari kebebasan dalam pelukan nyata,
Yang tak akan pernah menghilang di balik layar dunia maya.
Ting ...
Kasih romansa menjelma fiksi-fantasi legenda kisah ramayana,
Ini hanya permainan duniawi-virtual semesta fana,
Tak mungkin dua entitas untuk dapat bersua nyata,
Sebatas cinta jarak waktu-ruang dimensi dunia maya.
Aku ingin meraihmu, menyingkirkan batas jarak dan waktu,
Namun takdir menentukan lain, membuat aku terpuruk dalam kesedihan.
Akankah aku terus berharap pada mimpi yang tak kunjung nyata?
Atau aku harus menyerah dan melepaskan rindu yang terpendam?
Posting Komentar untuk "DI BALIK LAYAR MAYA"
Posting Komentar