Kenapa Bisa Sakit Hati? Karena Hidup Bukankah Sebagai Penjemput Hidmah, | Catatan Muhasabah
Bismillah
Hidup ini berproses, seperti roda selalu berputar. Kadang hari ini sesuai dengan ekspektasi dan kadang harus berjiwa penyabar jika tak berujung harapan.
Hidup ini kan selalu berubah. Ya, berubah dari prediksi manusia. Sebab telah Allah Sang Pencipta gariskan apa yang sesuai dan apa yang tidak untuk kita.
Firman-Nya,
"Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan yang kamu perbuat.” (Qs. Ash-Shaffat: 96)
Saat diri mengharap sesuatu, namun setelah mengusahakannya tidak sesuai dengan yang didambakan. Maka, sederhanalah bersikap dan berucap agar tak sakit hati karena ekspekatasi tak sesuai.
Sederhana itu adalah qona'ah alias puas dengan pemberian dan ketentuan-Nya. Sederhana itu adalah tanda takwa pada-Nya. Sederhana itu mau melatih untuk bisa mengambil pembelajaran disetiap kondisi dengan terukur.
Jika Kita melakukan sesuatu yang hasilnya kedepan masih dalam tebakan, gantungkanlah semuanya pada-Nya dan sederhanalah bersikap. Agar diujung sana, hasil yang tak sesuai tidak membuat kita terbuai.
Terbuai karena sakit atau terbuai sebab bahagia.
Sederhanalah...
Karena yang berlebihan tak selalu baik. Karena kita masih di dunia. Mari sejenak tenangkan gejolak ambisi dan coba renungkan, agar pada saat batas kesempatan tiba suatu saat, kita tetap ikhlas menerima ketetapannya.
#CatatanMuhasabah
"Apa pun yang terjadi hari ini, ingatlah bahwa kesulitan dan rasa sakit adalah cara Allah (Sang Pencipta), untuk membuat diri tegar dan semakin kuat nantinya. Sejatinya rasa sakit bukannya membuat kita terpuruk, tapi membuat rasa sakit itu sebagai kekuatan yang mendorong Kita agar bangkit dari keterpurukan."
Semoga Bermanfaat
#SalamSehatTanpaBatas. kunjungi juga toko hadi edukasi
Posting Komentar untuk "Kelak Ketika Garis Menuju Finish, Kita Akan Percaya Bahkan Atas Ketetapannya"
Posting Komentar